Motivasi Kehidupan

Motivasi Kehidupan

Menampilkan Artikel menarik dari kalangan penulis tanah air [Indonesia] yang perlu anda ketahui.

Breaking

Wednesday, March 7, 2018

4 Tips untuk Menghadapi Kritikan dari Para Haters

March 07, 2018 0
4 Tips untuk Menghadapi Kritikan dari Para Haters
Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada episode kali ini saya akan berbagi tips yaitu : “4 Tips untuk Menghadapi Kritik dari Para Haters“. Jadi bicara tentang kritikan atau ada para haters, saya ingin memberikan anda sebuah fakta. Tolong ulangi kata-kata saya, yaitu : “ORANG SUKSES ITU DIKRITIK, ORANG GAGAL JUGA DIKRITIK“.
Intinya selama anda masih hidup, masih bernafas, anda tidak lepas dari kritikan. Sekarang pertanyaan saya, pilihan anda atau hidup anda ingin seperti apa? Anda ingin menjadi orang sukses yang dikritik atau mau jadi orang gagal yang dikritik? Karena baik sukses maupun gagal, anda tetap dikritik. Jadi kalau anda tidak ingin mendapatkan kritikan? Gampang. Kalau anda tidak ingin dibenci para haters? Gampang. Tempatnya adalah di dalam makam. Atau anda harus meninggalkan bumi ini selama-lamanya.
Jadi anda tidak akan dikritik. Selama anda masih hidup, anda masih bernafas, anda masih bertumbuh. Dari remaja menjadi dewasa, dewasa menjadi berkeluarga. Stelah berkeluarga punya anak dan seterusnya. Sampai anda nanti tua, manula dan meninggal. Anda tidak lepas dari kritikan.
Jadi, ini adalah satu fakta yang harus anda ketahui. Jadi anda jangan terlalu sensitif, atau bahasa gaul sekarang disebut baper (bawa perasaan). Sedikit-sedikit bawa perasaan, stress, santai aja bro, santai aja sist dalam menghadapi kritikan. Disini saya akan memberikan 4 tips. Berikut adalah 4 tips untuk menghadapi kritik tersebut  

1. Berpikir dan berjiwa besar

Yang pertama adalah bacalah buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” atau tonton video saya “Berpikir dan Berjiwa Besar“. Tolong anda tonton, terus diulang. Itulah tips saya supaya anda bisa berpikir besar dan berjiwa besar. Disitu sudah ada banyak sekali tips bagaimana cara agar anda bisa menghadapi kritikan. Saya tidak akan ulas kembali, silahkan anda tonton.
 2. Penolakan itu biasa, penerimaan itu luar biasa
Yang kedua adalah ulangi kata-kata saya. “PENOLAKAN ITU BIASA, PENERIMAAN ITU LUAR BIASA“. Jadi kalau anda ditolak oleh orang lain, itu hal biasa. Tapi diterima itu luar biasa. Begitu juga dengan dikritik itu biasa, sedangkan dihargai itu luar biasa. Saya tahu banyak manusia itu suka diterima, banyak manusia itu suka dihargai. Tetapi sebaliknya, manusia itu tidak suka menerima kritikan, tidak suka penolakan. wajar sekali.
Tetapi bagaimana anda bisa maju tanpa adanya penolakan dan kritikan? Kalau anda ingin maju, anggaplah hal itu biasa. Anda harus punya mindset seperti itu. Jangan ditanggapi serius. Bisa-bisa anda justru stress nantunya.
Jadi anggaplah bahwa kritik itu membangun. Seperti di dalam sebuah perusahaan itu ada kotak saran. Kalau misalkan anda makan di restoran besar, pasti ada kotak sarannya. Tujuan kotak saran tersebut adalah untuk membangun usaha tersebut melalui kritikan. Misalkan tentang service dari perusahaan perbankan. Pasti disitu terdapat kotak saran. Bagaimana tanggapan terkait service dari para customer service Bank tersebut. Tujuannya adalah untuk membangun.
Perusahaan-perusahaan besar justru tidak takut menerima kritik. Mereka justru butuh kritik. Artinya apa? Kalau anda ingin usaha anda menjadi besar, maka anda harus siap dikritik. Siap dibangun. Anggap saja itu adalah kritik yang membangun, bukan kritik yang menjatuhkan. Itu yang kedua. 

3. Pohon semakin tinggi, angin semakin kencang

Yang ketiga, prinsip ini : “POHON SEMAKIN TINGGI, ANGIN SEMAKIN KENCANG”. Jadi saya bagikan 4 tips ini berupa nasehat. Semua adalah pepatah-pepatah. Pohon yang pendek anginnya tidak kencang, jadi pohonnya tidak goyang. Tetapi semakin tinggi pohon tersebut, anginnya semakin kencang dan pohonnya semakin goyah. Kalau akarnya tidak kuat, pohon itu bisa tumbang.
Artinya, kalau anda hari ini tidak ingin maju, jangan menerima kritik. Duduk saja di rumah, diam. Tidak usah kemana-mana. Tidak usah melakukan apa-apa. Tetapi kalau anda siap berbuat, siap melakukan sesuatu dan siap maju, jangan pernah takut dengan kritikan. Karena anda tidak akan menjadi manusia yang besar jika tidak dikritik.
Oleh sebab itu, hate speech itu biasa, kritikan itu biasa. Dan kalau tujuannya bagus, anggap saja kritikan itu sebagai masukan. Tetapi kalau anda menganggap kritikan itu sebagai hinaan, cacian, makian, dan membuat anda stress, membuat anda tidak bida loading, tidak bisa makan atau tidur, menurut saya berarti respon anda yang perlu diubah.
Anggaplah kritikan, hinaan, cacian, dan makian tersebut sebagai bahan bakar motivasi anda. Supaya anda bisa hidup lebih baik. Supaya anda bisa maju. Kalau anda menganggap kritikan, hinaan, cacian, dan makian tersebut membuat anda semakin sedih, semakin bingung, dan akhirnya anda bawaannya ingin menangis dan anda tidak mau bekerja, maka akhirnya anda akan berkata :
“Ya sudah, saya harus meninggalkan bisnis ini”. Berarti, anda memilih untuk give up. Anda memilih untuk menyerah. Tapi orang yang besar, mereka pasti sama seperti saya. Saya tidak pernah lepas dari kritikan. Saya tahu tidak semua comment itu positif. Dan saya juga tahu sebaik-baiknya saya membuat video ini, pasti ada orang yang tidak suka dengan video saya.

Dan saya menanggapinya dengan senyuman 🙂

Karena apa? Kritikan, hinaan, cacian, dan makian bagi saya, itu adalah hal biasa. Seperti saat kita makan nasi putih. Biasa saja. Santai saja, tidak perlu ditanggapi. Justru saya menjawabnya dengan tersenyum. Karena saya percaya, bahwa orang yang besar itu pasti berjiwa besar. Kalau anda tidak mau berjiwa besar, tidak mau berpikir besar, maka anda tidak akan menjadi orang besar. Kalau anda memilih untuk menjadi orang besar, anda harus siap menerima kritikan.

4. Belajar merespon masukan

Dan yang terakhir, kritik itu adalah respon masukan. Jadi kata kunci yang terakhir adalah RESPONSE. Jadi, tolong anda belajar merespon. Anda anggap kritikan tersebut sebagai masukan, atau anda menganggapnya sebagai hinaan. Anda pilih yang mana?
Tontonlah video “Berpikir dan Berjiwa Besar” sekali lagi. Apakah di dalam otak anda terdapat tuan positif atau tuan negatif. Anda mempekerjakan yang mana? Kalau anda merespon kritikan ini sebagai masukan, anda boleh memberikan respon yang baik. “Benar juga ya, kritik ini tujuannya untuk membuat saya semakin baik. Ini adalah kritikan yang membangun”.
Tetapi kalau anda menganggap kritikan ini sebagai hinaan, cacian, dan makian juga membuat anda semakin bingung, semakin galau, baper dan sebagainya, berarti anda yang bermasalah dalam merespon kritikan. Jadi CHANGE YOUR RESPONSE, CHANGE YOUR MINDSET, rubah respon anda menjadi melihat kritikan itu dari sudut pandang positif. Niscaya anda akan menjadi orang yang lebih bijak. Dan anda bisa memiliki jiwa yang lebih besar, dan juga anda tidak akan takut dikritik untuk bisa lebih baik lagi. Karena saya percaya, saya kembali lagi pada topik saya di awal, karena SUKSES DIKRITIK, GAGAL JUGA DIKRITIK.

Anda lebih memilih menjadi orang sukses yang dikritik, atau orang gagal yang dikritik??

Itu semua tergantung pada pilihan anda. Dan saya ingin melihat progress anda setelah menonton channel SB30. Silahkan memberikan comment yang positif, saya akan dengan senang hati membaca comment tersebut. Dan mohon maaf kalau saya belum sempat merespon karena ada banyak sekali, ratusan sampai ribuan comment. Tidak mungkin saya bisa membalas satu per satu.
Saya mohon maaf para subscriber. Tetapi saya berbagi video ini tujuannya tulus dan ikhlas untuk membantu anda memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Meskipun saya tidak bisa merespon comment anda, tidak lupa doa saya tujuannya untuk yang terbaik. Supaya hidup anda bisa menjadi lebih baik. Sekian dari saya untuk topik kali ini, sukses untuk anda. Jangan lupa klik subscribe, like, klik dan share untuk berbagi dengan teman-teman anda.

A Dish of Ice Cream

March 07, 2018 0
A Dish of Ice Cream
Pada suatu hari, ketika semangkuk es krim sundae lebih murah, seorang anak berusia 10 tahun memasuki sebuah kedai kopi dan duduk di meja. Seorang pelayan menaruh segelas air di depannya.
“Berapa harga untuk semangkuk es krim sundae?”
“50 sen,” jawab si pelayan.
ice-1713160_960_720Anak kecil itu menarik tangannya keluar dari saku dan menghitung sejumlah koin di dalamnya.
“Berapa harga untuk semangkuk es krim plain?” Anak itu bertanya lagi. Beberapa orang sekarang menunggu untuk mendapatkan meja dan pelayan mulai sedikit tidak sabar.
“35 sen..!” kata pelayan tersebut dengan kasar.
Anak kecil tersebut menghitung koin lagi, dan akhirnya mengatakan “Saya ingin membeli semangkuk es krim plain,” katanya.
Pelayan membawakan es krim pesanan anak tersebut, meletakkan tagihan di atas meja dan berjalan pergi meninggalkan si anak. Setelah anak itu selesai memakan es krim, ia membayarnya di kasir dan pulang.
Ketika si pelayan datang kembali untuk membersihkan meja, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah karena apa yang dia lihat. Di meja tersebut, ditempatkan rapi di samping piring kosong, koin senilai 15 sen, tip untuk si pelayan dari anak yang tadi dia anggap menyebalkan.
Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah : Jangan menganggap remeh atau memandang rendah orang lain, karena bisa jadi orang tersebut yang justru akan membantu anda ketika anda mengalami sebuah kesulitan.
Want more inspirational stories?

Kentang, Telur, dan Biji Kopi

March 07, 2018 0
Kentang, Telur, dan Biji Kopi
Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya sengsara dan bahwa dia tidak tahu bagaimana dia akan berhasil. Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu.Tampaknya hanya salah satu dari masalahnya yang dapat ia selesaikan, kemudian masalah yang lainnya segera menyusul untuk dapat diselesaikan.
Ayahnya yang juga seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah tiga panci tersebut mulai mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa biji kopi di panci ketiga.
potato-544073_960_720Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor agar mendidih, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang telah ayahnya lakukan.
Setelah dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mengambil kentang dari panci dan menempatkannya ke dalam mangkuk. Ia mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk.
Kemudian ia menyendok kopi dan meletakkannya ke dalam cangkir. Lalu ia beralih menatap putrinya dan bertanya, “Nak, apa yang kamu lihat?”
“Kentang, telur, dan kopi,” putrinya buru-buru menjawabnya.
“Lihatlah lebih dekat, dan sentuh kentang ini”, kata sang ayah. Putrinya melakukan apa yang diminta oleh ayahnya dan mencatat di dalam otaknya bahwa kentang itu lembut. Kemudian sang ayah memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapatkan sebuah telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi. Aroma kopi yang kaya membuatnya tersenyum.
“Ayah, apa artinya semua ini?” Tanyanya.
Kemudian sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi masing-masing telah menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air mendidih.
Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Kentang itu kuat dan keras. Namun ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, ketang tersebut menjadi lunak dan lemah.
Telur yang rapuh, dengan kulit luar tipis melindungi bagian dalam telur yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Sampai akhirnya bagian dalam telur menjadi keras.
Namun, biji kopi tanah yang paling unik. Setelah biji kopi terkena air mendidih, biji kopi mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.
“Kamu termasuk yang mana, nak?” tanya sang ayah kepada putrinya.
 “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana caramu dalam menghadapinya? Apakah kamu adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”
Pesan Moral : Dalam hidup ini, Banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal-hal yang terjadi pada kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita.
Jadi, manakah diri anda? Apakah anda adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?

The Elephant Rope

March 07, 2018 0
The Elephant Rope
Ketika seorang pria berjalan melewati sekumpulan gajah, ia tiba-tiba berhenti. Ia bingung dengan fakta bahwa makhluk-makhluk besar itu sedang diikat hanya dengan sebuah tali kecil yang terikat pada kaki depan mereka. Tidak ada rantai, tidak ada kandang. Jelas sekali bahwa gajah bisa melepaskan diri dari ikatan mereka kapan saja. Tetapi entah untuk beberapa alasan, mereka tidak melakukannya.
Dia melihat seorang pelatih di dekatnya dan bertanya kepada pelatih tersebut. “Mengapa hewan-hewan itu hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri?”
elephant-111695_960_720 “Yah, ketika mereka masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat mereka. Dan, pada usia tersebut, tali itu sudah cukup untuk menahan mereka. Saat mereka tumbuh dewasa, mereka dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri. Mereka percaya bahwa tali tersebut masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri. ” Begitu penjelasan dari pelatih gajah tersebut.
Pria itu kagum. Hewan-hewan ini bisa saja setiap saat membebaskan diri dari ikatan tali mereka. Tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat dimana mereka berada.
Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup tergantung pada suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya?
Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Kita tidak boleh menyerah untuk berjuang di dalam hidup anda. 

Lepaskan Masalah Anda

March 07, 2018 1
Lepaskan Masalah Anda
Keledai favorit seorang pria jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Dia tidak bisa menarik keledai tersebut keluar, tidak peduli seberapa keras ia mencobanya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengubur keledainya hidup-hidup.
Tanah mulai ditimbun ke lubang tempat keledai berada dari atas. Keledai yang merasa tertimpa tanah, menggoyangkan tubuhnya untuk menjatuhkan tanah di atas tubuhnya, dan melangkah di atas tanah tersebutTanah berikutnya ditimbun kembali ke dalam lubang.
donkey-105719_960_720Keledai itu mengibaskan kembali tubuhnya dan menaiki tanah tersebut. Semakin tanah ditimbun, semakin tinggi tanah tersebut naik. Menjelang siang, keledai itu dapat keluar dari lubang, lalu merumput di padang rumput hijau.
Setelah banyak ‘mengibaskan’ masalah, Dan melangkah (belajar dari kisah di atas), Suatu saat setelah terlepas dari masalah, anda akan mampu merumput di padang rumput hijau. Anda akan mampu meraih apa yang anda impikan.

Setiap orang Memiliki Kisah Hidup

March 07, 2018 0
Setiap orang Memiliki Kisah Hidup
Seorang lelaki berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ayahnya. Ia melihat keluar melalui jendela kereta api dan berteriak,
“Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!”
trail-976702_960_720Ayahnya tersenyum, namun pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan lelaki yang berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba lelaki tersebut kembali berseru …
“Ayah, awan itu terlihat berlari mengejar kita!”
Pasangan ini tidak bisa menahan rasa risih mereka dan berkata kepada orang tua lelaki tersebut,
“Mengapa anda tidak membawa anak anda ke dokter ahli jiwa?” Orang tua itu tersenyum dan berkata…
“Saya sudah membawanya ke dokter, dan kami baru saja pulang dari Rumah Sakit. Anak saya buta sejak lahir, dia baru bisa mendapatkan donor mata dan baru bisa melihat hari ini”.
Setiap orang di dunia ini memiliki sebuah cerita tersendiri. Jangan menilai orang lain sebelum anda benar-benar mengenal mereka. Karena kenyataannya yang terjadi mungkin dapat mengejutkan anda.